Mencintai Gelap

Tulisan ini didedikasikan untuk mereka yang mempuyai harapan di masa depan.

sumber : google

Dari aku yang memimpikan mentari. Hari ini aku menyaksikan kegelapan. Dibaluti oleh kain putih nan indah ku melihat kegelapan di dalamnya. Tak terbayangkan jika lantunan pemujaan yang keluar direalisasikan, akan kacau balaukah alam semesta dibuatnya?

Hari ini ku menyaksikan kegelapan. Perkelahian dan pertentangan menjadi hal yang biasa dibuatnya. Yang baik menjadi tidak baik dan yang tidak baik menjadi sangat suci untuk ditelaah. Mengapa kau begitu apik dalam memilih kekaguman mana untuk sebuah ritual?

Kegelapan. Katanya membosankan. Dunia ini sefana apa yang dihapalkannya. Namun, tidak mencoba menjadi pelita dalam kegelapan. Katanya gelap, katanya demikian. Terang hanya jika percaya, jika tidak percaya katanya terbakar s’lamanya.

Kegelapan. Banyak yang menyuruh keluar dari sana, namun tidak sadar bahwa mereka semua terjebak di dalamnya. Banyak yang justru terikat sebagai budak kegelapan. Membenarkan dunia yang fana ini, katanya hidup ini adalah rangkaian kegelapan yang harus diakhiri. Tidak mencoba menikmati indahnya menari diantara gemericik air hujan. Gelap, bukan berarti harus bersedih.

Burung yang lahir di dalam sangkar melihat burung lain yang terbang adalah suatu kesalahan. Begitupun manusia, yang terlahir dikelilingi ketidaktahuan melihat orang yang mencari tahu adalah suatu kesombongan. Biarlah tetap menjadi debat yang tiada artinya, karena aku bukan mereka. Aku hanya akan tetap mencari tahu, arti dari suatu perjalanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Mana Memulainya?

Menulis Diary

Apakah kamu tipe orang yang tidak bahagia?