Apakah kamu tipe orang yang tidak bahagia?

Ada banyak kejadian yang dapat membuat seseorang tidak merasa nyaman dengan keadaan. Misalnya, ketika seorang wanita sedang menstruasi. Mereka biasanya menjadi lebih moody karena efek rasa sakit yang ditimbulkan (tidak terjadi pada semua cewek, kok!). Pengaruhnya antara lain kepada orang-orang di sekitarnya.



Ada dua jenis tipe orang dalam mengambil sikap di dunia ini. Ada yang pengertian dan ada yang selalu merasa kurang beruntung.

Bagi yang pengertian, melihat keadaan wanita yang aneh, ngambekan, marah-marah, pikirannya sudah tidak lagi bertanya-tanya, tetapi cukup diam saja. Rasa pengertiannya itu membuat tidak ada konflik diantara kedua belah pihak. Meskipun agak sedikit terganggu dengan wanita ini, pikirannya selalu positif. Ia melihat bahwa apa yang dialami orang ini pasti tidak sama dengan dirinya.

Bagi yang selalu merasa kurang beruntung, melihat keadaan wanita yang aneh, ngambekan, marah-marah, dan tersiksa, pikirannya bisa jadi tidak terkontrol rasanya ingin memarah-marahi wanita tersebut. Karena yang dipikirkannya adalah dirinya sendiri. Dirinya merasa terganggu, dirinya merasa tidak dipedulikan ada, dirinya merasa dekat dengan sesuatu yang menyebalkan, sehingga melahirkan konflik dalam dirinya sendiri. Hal terparahnya lagi, orang dengan tipe ini terkadang masih sanggup berteriak kalau dirinya merasa terganggu. Efek buruknya tentu saja membuat semua hal menjadi tidak kondusif. Si wanita jadi merasa tidak enak dan si orang ini ngedumel sendiri, serta omongan-omongan lain yang timbul dari sekitarnya.

Kalau kamu tidak pernah merasakan bahagia, kamu sudah pasti tau jawabannya.


Ada sebuah cerita klasik yang gue pernah denger tentang restoran.

Jadi suatu ketika ada dua orang pasangan yang mendatangi restoran. Ia hendak ingin bersantai dengan pacarnya setelah pulang kerja. Dari dalam tas, keluar kecoa berjalan pelan ke pergelangan tas si wanita. Ia melihatnya sontak kaget, berteriak-teriak, hingga melemparkan tas. Di sisi lain, pacarnya yang merasa tidak enak dengan pembeli lain mengambil kecoa itu dengan santai lalu membuangnya keluar.

Dari kasus tersebut, siapa yang bereaksi pertama kali dan membuat kegaduhan ini?

Apakah kecoanya a.k.a keadaan yang mengganggunya, atau memang dia yang takut dengan kecoa tersebut sehingga melemparkan tasnya begitu saja?

You must be think the right answer of your own. Kalau kita tidak bahagia, cari cara lain supaya pikiran kita selalu menerima keadaan yang memang tidak bisa kita ubah.

Kalau kita terlahir di keluarga yang tidak menyenangkan dan penuh pertengkaran, stop menyalahi takdir. Coba liat ke lingkungan kita, siapa teman-teman kita. Kalau pengaruh dari rumah buruk, kita punya solusi agar hidup kita lebih baik dengan berteman dengan orang yang hebat.

Selama kamu tidak berbahagia, artinya kamu belum bisa berdamai dengan diri kamu sendiri. Otomatis, kamu jadi orang yang pemurung. Kamu dinilai orang juga tidak menyenangkan. Apa mau terus-terusan seperti ini? Perubahan yang dilakukan pelan-pelan tidak akan merugikan kok. Asal punya alasan untuk bahagia, semuany pasti bisa. 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Dari Mana Memulainya?

Menulis Diary