Pos

Dari Mana Memulainya?

Gambar
Gue terinspirasi punya blog dari beberapa tahun lalu. Saat itu gue masih SMP. Masih angot-angotnya main media sosial seperti facebook dan twitter. Gue suka sharing-sharing di twitter tentang keseharian gue. Dulu, ngetweet itu rasanya punya kebebasan buat ngutarain isi hati. Entah lagi jenuh, lagi senang, ataupun lagi bete. 
Suatu hari, gue nemuin blog seseorang. Kalo ga salah yang punya blog itu namanya Lily. Di situ gue sering baca isi blog dia. Gue liat desain blog Lily yang girly-girl banget. Dia juga nulis sesuatu yang unik, dan membuat orang lain jadi termotivasi. Di situlah gue langsung join blogger buat bikin account.
Awalnya, blog ini engga tau mau diisi apa. Sampai entah gimana caranya, gue bertemu dengan blog-blog besar yang menjadi inspirasi gue sampai saat ini. 
Gue punya beberapa list yang masih sering gue baca-baca, semoga kalian juga termotivasi buat nulis blog yang sama. 
1. BrownPlatform

Blog ini punya Anastasia Siantar. Dia nulis blognya engga pernah banyak-banyak, tapi p…

Ada Apa Dengan Lyz?

Gambar
Alhamdulilah. Sudah punya laptop baru sekarang. Kemarin-kemarin blog ini ditinggalkan karena memang belum punya kemauan tinggi buat nulis. Sekarang mau ngelurusin jalan lagi. Kalau udah punya sesuatu yang mendukung, ga ada alesan lagi dong buat ga ngerjain hal itu? 😀
Selama ngga main di blog ini, gw cukup aktif nulis di Orangemagz & IDNtimes. Ya.. Kalau di Orange memang sudah kewajiban gue kalau ada liputan. Kalau di IDNtimes hanya mengisi waktu kosong aja. Maklum, kalau di blog ini, entah apa sekiranya yang mau gue isi? Belum tau mau dibawa ke mana kontennya. Masih jadi blog pribadi. Ya, doain aja gue bisa ngeshare something yang bermanfaat di blog ini. Kalau isinya cuma tentang gue, ga ada yang minat buat baca kan? Hehehe..😆😅
Gue masih belajar (sampai kapanpun) caranya nulis. Emang sih, dari dulu kapasitas tulisan gue masih segini-gini aja, perlu asahan. Blog ini media gue belajar buat ngembangin bakat gue. Yaa.. Maklumlah gue cuma hobi nulis. Hobi-hobi gue yang lain masih maha…

Hal yang Sangat Menyebalkan dan Sering Terjadi

Gambar
Dalam sebuah percakapan yang melibatkan dua orang

- Den, lu bisa dateng gak besok buat sparing futsal?
- Insya allah tir.
*besoknya*
- Den, kok lu tadi ga futsal? - Kan insya allah tir. - Yeh. Kan gue nanya dateng apa engga? Jawab aja gitu, iya atau tidak. - Ya, kan Insya Allah kehendak Allah Tir. - Kehendak allah apa emang lu aja ga pengenin buat dateng? Allah berkehendak kan atas usaha/pemikiran makhluknya. - Iya dah serah lu, lu ribet.
Pembicaraan akan selalu diakhiri oleh si yang ditanya melakukan pembenaran dengan alasan insya allah.
Poin dari percakapan ini. Di Indonesia kata insya allah artinya engga, cuma kalo ga mager, ya baru dateng. Gitu. Nah, kalo di google sih emang artinya kehendak allah, tapi balik lagi, tuhan menghendaki segala sesuatu atas usaha makhluknya. 
Tulisan ini gue buat berdasarkan banyak pengalaman gue. Kadang risih dengan ketidakpastian dari orang-orang dengan tipe ini. Menurut gw, kalau kalian masih punya sifat di atas, perlahan tinggalin deh. Gimana sih rasanya ga di…

Kicauan dari Kami yang Masih Hidup

Gambar
Membayangkan apabila kota yang sekarang kita tempati suatu hari akan menjadi kota mati yang hilang dari peradaban. Bagaimana rumah-rumah tempat biasa kita melakukan aktivitas menjadi reruntuhan bangunan yang berdebu, jalan-jalan tempat kita menapaki arah ke tempat tujuan kita menjadi lubang-lubang seperti dijatuhi benda angkasa. Sekolah-sekolah tempat dimana kita pernah menimba ilmu menjadi aksara buku, meja, kursi, bangku yang sudah tidak berbentuk. Rumah sakit rumah sakit dipenuhi oleh lumut dan tanah yang dilalui oleh binatang-binatang kerdil. Tidak ada lagi terdengar suara rakyat berdemokrasi menggunakan sarana umum. Tidak ada lagi kelayakan untuk tempat ini disinggahi atau menjijikan untuk kita pijakkan kembali. Haruskah kita menghentikan semua perbisnisan, polusi udara, efek rumah kaca, limbah industri dan pembangunan untuk sekedar berkaca dengan masa depan? Bagaimana.. apabila, kota yang pernah menjadi cerita kita bersama teman-teman kita sudah tidak lagi terjamah oleh bangsa m…

Batu yang dapat menghancurkan diri sendiri

Gambar
Ada kalanya, kita sebagai manusia harus lebih berkaca diri. Sadarkah kita bahwa apa yang kita kerjakan terkadang dapat menyakiti perasaan orang lain? Meskipun tanpa sengaja kita melakukannya. Apakah terkadang kita sampai hati untuk sekedar bersalaman untuk mengucap maaf sekalipun itu bukan kesalahan yang kita perbuat? Rasanya di era penuh kegengsian dan perasaan egois taktakala membuat hubungan kita dengan seseorang menjadi berantakan hanya karena suatu kesalahpahaman biasa. Kita tidak sadar, atau tersadar namun tak ingin peduli bahwa menjadi pembenci adalah suatu hal yang mendatangkan bencana bagi diri sendiri. Diibaratkan kebencian adalah sebuah batu. Kebencian pun ada yang taraf intensitasnya ringan, dan ada pula yang berat. Kemudian jika yang Anda genggam adalah batu yang tidak berarti apa-apa untuk jangka waktu yang cukup lama, apakah batu tersebut tidak hanya akan menyakiti tangan Anda, tetapi bagian lain dari tubuh Anda? Lalu, bagaimana jika Anda lepaskan saja batu tersebut. S…

Yogya and Us

Gambar
I have passed fascinating experience about “live In” activity this year. That is the one of school event which is held during 5 days. Live in program was located in Central of Java, Temanggung. Well, I enjoyed it soooo much. I interested with that and I have stories to tell about during in Kalimanggis Village.
First, informally I would rather to share my trip during in the bus. I had seat in the bus “B” with my homeroom friends. I sat with Amei, my classmate buddy in XI Science 2.  Behind our seats, there were Catherine and Kharisma.
We had seats nearby. We talked a lot during the trip. Also we sang songs. Luckly, Hopin Freedrick from XI Science 1 brought a guitar and he played it during our journey toward to Temanggung. We had so much fun on the bus. Plus, I could not sleep well because of the sounds of people laugh. We stopped in gas station or rest area just for awhile then we continued our trip again.
After 15 hours on the road, we reached Kalimanggis village. We were at there at 4 …

Me, myself, and I.

I sometimes wondering what people are thinking about myself whenever I tell them something that I'm excited about. Is that interesting to them? Or any else? I'm so confused. I always been make a wrong decision on how I shouldn't tell but ended I let them out of my mouth. I have ever read someone writes : "Don't tell anyone whole of your story. First because they won't care, second They may doubt about the truth."
Well, it's true but back to my opinion, I'm not literally agree. In my case, when I tell someone especially my friend about my story, I think I'm happy that I can share it to them futher if it was about an intersting stuffs. Since I was in basic age, I have a friend that I believe they would not betray me by keep my privacy out to the public, so that I have only one that can be my truly best friend. And in my age now, I never have such branch of group (genk) that always special to sharing togetherness. I'm always only have interca…