Pos

Apakah kamu tipe orang yang tidak bahagia?

Gambar
Ada banyak kejadian yang dapat membuat seseorang tidak merasa nyaman dengan keadaan. Misalnya, ketika seorang wanita sedang menstruasi. Mereka biasanya menjadi lebih moody karena efek rasa sakit yang ditimbulkan (tidak terjadi pada semua cewek, kok!). Pengaruhnya antara lain kepada orang-orang di sekitarnya.


Ada dua jenis tipe orang dalam mengambil sikap di dunia ini. Ada yang pengertian dan ada yang selalu merasa kurang beruntung.
Bagi yang pengertian, melihat keadaan wanita yang aneh, ngambekan, marah-marah, pikirannya sudah tidak lagi bertanya-tanya, tetapi cukup diam saja. Rasa pengertiannya itu membuat tidak ada konflik diantara kedua belah pihak. Meskipun agak sedikit terganggu dengan wanita ini, pikirannya selalu positif. Ia melihat bahwa apa yang dialami orang ini pasti tidak sama dengan dirinya.
Bagi yang selalu merasa kurang beruntung, melihat keadaan wanita yang aneh, ngambekan, marah-marah, dan tersiksa, pikirannya bisa jadi tidak terkontrol rasanya ingin memarah-marahi wanit…

Hindari Pesan Negatif

Gambar
Ada pepatah yang mengatakan bahwa “mulutmu adalah harimaumu.” Pesan ini bermakna ke semua jenis kata-kata yang keluar dari mulut manusia. Baik secara terfikirkan atau gak dipikirkan dulu alias asbun (asal bunyi). Banyak orang beranggapan bahwa setiap kata-kata yang keluar dari mulut manusia adalah doa. Apa betul kalau kita bicara “saya  ingin menjadi presiden” akan otomatis kita menjadi presiden? Coba simak pemabahasan gue yang berikut ini.

Anita adalah seorang ketua perhimpunan mahasiswa di kampusnya. Dia merasa kalau anak buahnya tidak punya pengalaman baik di organisasi sehingga apapun yang dikerjakan anak buahnya tidak pernah maksimal. Anita mengeluhkan penilaiannya tersebut melalui forum-forum tertentu dimana ia bisa menyinggung permasalahannya tersebut di depan mereka. Niat baik Anita adalah, ingin menyadarkan teman-temannya kalau pekerjaan yang dilakukan oleh teman-temannya tersebut masih berantakan sehingga diharapkan bisa melakukan perbaikan secara lebih mendalam. Namun yang p…

Menulis Diary

Gambar
Masih ingat jaman anak 90a kecil, apa yang sering dilakukan kepada teman-temannya sebelum mengenal friendster dan sebagainya? Yup, binder. Kalau sekarang sih pakai binder cuma buat kuliah ataupun sekolah. Kalau dibawah tahun 2010-an, binder ini jadi alat komunikasi verbalnya temen-temen sepergaulan.

Kalau boleh flashback, dulu gue memakai binder untuk mengumpulkan biodata temen-temen gue. Jaman itu, uang jajan anak SD yang gue punya sekitaran lima ribu rupiah. Gue sangat selektif dalam membagi pengeluaran sesuai dengan kepentingan. Sebagian uang gue sisihkan untuk beli cemilan, sisanya harus ada yang bisa untuk ditabung. Kalau lagi iseng, biasanya gue berburu isi kertas binder yang unik-unik. Kalau kalian inget nih, ada tipe-tipe kertasnya. Yang paling mahal biasanya tipe harvest. Satunya lembarnya bisa lima ratus rupiah sampai seribu rupiah. Kalau tipe yang biasa, lima ratus bisa dapat tiga lembar. Jaman itu, gue belom mengenal alkitab bernama media sosial yang sangat instant seperti …

Dari Mana Memulainya?

Gambar
Gue terinspirasi punya blog dari beberapa tahun lalu. Saat itu gue masih SMP. Masih angot-angotnya main media sosial seperti facebook dan twitter. Gue suka sharing-sharing di twitter tentang keseharian gue. Dulu, ngetweet itu rasanya punya kebebasan buat ngutarain isi hati. Entah lagi jenuh, lagi senang, ataupun lagi bete. 
Suatu hari, gue nemuin blog seseorang. Kalo ga salah yang punya blog itu namanya Lily. Di situ gue sering baca isi blog dia. Gue liat desain blog Lily yang girly-girl banget. Dia juga nulis sesuatu yang unik, dan membuat orang lain jadi termotivasi. Di situlah gue langsung join blogger buat bikin account.
Awalnya, blog ini engga tau mau diisi apa. Sampai entah gimana caranya, gue bertemu dengan blog-blog besar yang menjadi inspirasi gue sampai saat ini. 
Gue punya beberapa list yang masih sering gue baca-baca, semoga kalian juga termotivasi buat nulis blog yang sama. 
1. BrownPlatform

Blog ini punya Anastasia Siantar. Dia nulis blognya engga pernah banyak-banyak, tapi p…

Ada Apa Dengan Lyz?

Gambar
Alhamdulilah. Sudah punya laptop baru sekarang. Kemarin-kemarin blog ini ditinggalkan karena memang belum punya kemauan tinggi buat nulis. Sekarang mau ngelurusin jalan lagi. Kalau udah punya sesuatu yang mendukung, ga ada alesan lagi dong buat ga ngerjain hal itu? 😀
Selama ngga main di blog ini, gw cukup aktif nulis di Orangemagz & IDNtimes. Ya.. Kalau di Orange memang sudah kewajiban gue kalau ada liputan. Kalau di IDNtimes hanya mengisi waktu kosong aja. Maklum, kalau di blog ini, entah apa sekiranya yang mau gue isi? Belum tau mau dibawa ke mana kontennya. Masih jadi blog pribadi. Ya, doain aja gue bisa ngeshare something yang bermanfaat di blog ini. Kalau isinya cuma tentang gue, ga ada yang minat buat baca kan? Hehehe..😆😅
Gue masih belajar (sampai kapanpun) caranya nulis. Emang sih, dari dulu kapasitas tulisan gue masih segini-gini aja, perlu asahan. Blog ini media gue belajar buat ngembangin bakat gue. Yaa.. Maklumlah gue cuma hobi nulis. Hobi-hobi gue yang lain masih maha…

Hal yang Sangat Menyebalkan dan Sering Terjadi

Gambar
Dalam sebuah percakapan yang melibatkan dua orang
- Den, lu bisa dateng gak besok buat sparing futsal?
- Insya allah tir.
*besoknya*
- Den, kok lu tadi ga futsal? - Kan insya allah tir. - Yeh. Kan gue nanya dateng apa engga? Jawab aja gitu, iya atau tidak. - Ya, kan Insya Allah kehendak Allah Tir. - Kehendak allah apa emang lu aja ga pengenin buat dateng? Allah berkehendak kan atas usaha/pemikiran makhluknya. - Iya dah serah lu, lu ribet.
Pembicaraan akan selalu diakhiri oleh si yang ditanya melakukan pembenaran dengan alasan insya allah.
Poin dari percakapan ini. Di Indonesia kata insya allah artinya engga, cuma kalo ga mager, ya baru dateng. Gitu. Nah, kalo di google sih emang artinya kehendak allah, tapi balik lagi, tuhan menghendaki segala sesuatu atas usaha makhluknya. 
Tulisan ini gue buat berdasarkan banyak pengalaman gue. Kadang risih dengan ketidakpastian dari orang-orang dengan tipe ini. Menurut gw, kalau kalian masih punya sifat di atas, perlahan tinggalin deh. Gimana sih rasanya ga d…

Kicauan dari Kami yang Masih Hidup

Gambar
Membayangkan apabila kota yang sekarang kita tempati suatu hari akan menjadi kota mati yang hilang dari peradaban. Bagaimana rumah-rumah tempat biasa kita melakukan aktivitas menjadi reruntuhan bangunan yang berdebu, jalan-jalan tempat kita menapaki arah ke tempat tujuan kita menjadi lubang-lubang seperti dijatuhi benda angkasa. Sekolah-sekolah tempat dimana kita pernah menimba ilmu menjadi aksara buku, meja, kursi, bangku yang sudah tidak berbentuk. Rumah sakit rumah sakit dipenuhi oleh lumut dan tanah yang dilalui oleh binatang-binatang kerdil. Tidak ada lagi terdengar suara rakyat berdemokrasi menggunakan sarana umum. Tidak ada lagi kelayakan untuk tempat ini disinggahi atau menjijikan untuk kita pijakkan kembali. Haruskah kita menghentikan semua perbisnisan, polusi udara, efek rumah kaca, limbah industri dan pembangunan untuk sekedar berkaca dengan masa depan? Bagaimana.. apabila, kota yang pernah menjadi cerita kita bersama teman-teman kita sudah tidak lagi terjamah oleh bangsa m…